Tag Archive for konsep diri

Tipe Pola Asuh Yang Merugikan Anak

anak-anak

Berikut ini tentang beberapa tipe pola asuh yang merugikan anak :

  •  Orang tua yang terlalu khawatir dan terlalu melindungi : anak tumbuh menjadi penakut, tidak percaya diri, tidak mandiri. Atau sebaliknya, anak menjadi pemberontak dan melakukan hal yg dilarang ortu.
  • Orang tua yang terlalu menuntut : anak cenderung menuntut tinggi dan ambisius, tidak realistis. Bila gagal mengalami frustasi dan merasa bersalah atau anak akan memberontak dan sengaja menggagalkan diri.
  • Orang tua yang terlalu dominan : anak cenderung penakut, penurut, tidak mempunyai inisiatif dan selalu takut berbuat salah, tidak percaya diri atau anak berbalik menjadi penentang, membawa kemauan sendiri, menghindar bila menghadapi kesulitan dan sengaja melakukan hal yang tidak disukai orang tua.
  • Orang tua terlalu memanjakan : anak menjadi egois, cepat frustasi, ingin selalu mendapat perhatian dari lingkungan, banyak menuntut, mudah putus asa, tidak mempunyai daya juang, sangat menggantungkan diri pada orang lain.
  • Orang tua yang bersikap terlalu permisif :  anak cenderung mengalami hambatan dalam disiplin diri, selalu mengikuti keinginan sendiri, tidak dapat menahan diri.
  • Orang tua bersikapmenolak :  anak merasa tidak disayang, merasa terasing, merasa serba salah dalam bertindak dan penakut dan  mempunyai konsep diri buruk. Atau anak berontak berbuat seenaknya dan mempunyai kepribadian ke arah psikopat.
  • Orang tua bersikap banyak mengkritik : anak merasa serba salah, serba canggung, rendah diri, kehilangan inisiatif, dan menjadi pasif. Atau anak malah berontak dan melakukan segala hal yang tidak disukai ortu.
  • Orang tua tidak konsisten : anak cenderung mudah bingung mengenai nilai dan norma yg dianggap baik dan buruk atau benar dan salah dalam masy. Anak menjadi serba ragu,  bingung, dan tidak pervaya diri.
  • Keluarga tidak harmonis : sangat berdampak negatif terhadap perkembangan kepribadian anak, karena kurang kasih sayang dan perhatian.
  • Pola mekanisme pertahanan Patologis : orang tua dalam mengatasi masalah selalu melarikan diri ke arah gejala histeria, psikosomatis, dll,  sehingga anak mencontoh bila menghadapi konflik.
  • Anak dijadikan substitut: salah satu orang tua merasa kurang mendapat perhatian dari pasangannya, sehingga berpaling kepada anaknya sebagai pengganti; maka timbul hubungan ibu – anak atau ayah – anak yang  patologis/tidak normal.
  • Ibu bersikap seduktif : ibu mempunyai sikap seduktif, sehingga anak laki-lakinya sendiri merasa tertarik dan terangsang, akibatnya anak merasa bersalah. Sedangkan ayah dapat bersifat cemburu atau memusuhi anaknya.
  • Konflik cara mendidik anak : kedua orang tua berbeda pendapat mengenai cara mendidik anak, sehingga anak terombang-ambing di antara perbedaan pendapat ayah dan ibu, menjadi bingung dan tidak tahu harus mengikuti yang mana.